“ittaqunnar walau bisyiqqo tamrotin: Jagalah diri kalian dari api neraka, meski hanya dengan bersedekah sepotong kurma”(Hadits Shahih, Riwayat Bukhari dan Muslim. Lihat Shahiihul jaami’ no. 114)

Saturday, January 17, 2015

Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu

Pintu Gerbang Gunung Lawu via Cemoro Sewu
Bagi sebagian besar pendaki, Gunung Lawu pasti sudah tidak asing lagi didengar. Gunung yang memiliki ketinggian 3265 meter diatas permukaan laut ini selalu ramai didaki apalagi saat tahun baru Jawa atau yang biasa disebut Suroan.
Jalur pendakian yang tidak begitu ekstrim membuat Gunung Lawu menjadi jujugan para pendaki pemula.

Gunung Lawu terletak di perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ada beberapa jalur pendakian yang bisa ditempuh untuk sampai ke puncak Lawu atau Hargo Dumilah. Antara lain jalur Cemoro Kandang, Cemoro Sewu, dan jalur Candi Cetho. Ketiga jalur tersebut memiliki tantangan tersendiri.

Rute Pendakian Gunung Lawu

Gerbang Cemoro Sewu
Basecamp di Cemoro Sewu terkenal kecil namun halamannya luas. Di basecamp sudah masuk dalam wilayah yang dingin jadi persiapkan pakaian hangat sejak dari awal. Di sekitaran basecamp juga banyak pemukiman warga dan banyak pula fasilitas umum seperti masjid, WC, warung makan dan lainnya. Tiket mendaki Rp 10.000/orang (update 2015). Untuk parkir kendaraan motor Rp 3.000, mobil RP 10.000. Persiapan terakhir sebelum berangkat adalah cek perlengkapan mendaki dan cek juga kondisi kesehatan.  Satu lagi jangan lupa berdoa sebelum memulai pendakian.

Jalur Cemoro Kandang berada di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Jalurnya agak lebih panjang dari jalur Cemoro Sewu namun dengan trek pendakian yang lebih landai (8-9 jam). Sedangkan Jalur Cemoro Sewu berada di kabupaten Magetan, Jawa Timur yang jaraknya hanya 500 meter dari jalur Cemoro Kandang. Jalur Cemoro Sewu ini memiliki trek yang agak menanjak namun dengan waktu tempuh yang relatif singkat (6-7 jam).

Untuk jalur terakhir yaitu Candi Cetho, jalur ini merupakan jalur pendakian terbaru di Gunung Lawu. Belum banyak yang melewati jalur ini. Jalur ini memiliki pemandangan yang lebih indah dibandingkan dengan kedua jalur pendakian diatas, namun dengan waktu tempuh paling panjang. Nah, kali ini Jejak Si Bolang akan membahas jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu :

BASECAMP - POS 1 Wes-Wesan (1-1,5 jam):
Jalur pendakian Gunung Lawu didominasi oleh trek makadam dan bebatuan besar. Dari basecamp ke pos 1 jalur pendakian masih cukup landai. Sebelum mencapai pos 1, pendaki akan menjumpai beberapa shelter atau pos bayangan. Waktu tempuh dari basecamp ke pos 1 hanya 45 menit. Di pos 1 terdapat shelter yang bisa digunakan untuk beristirahat. Terdapat juga warung makanan disana namun tidak setiap hari buka.

   Base Cam                                                                                         Pos 1 Wes-wesan

POS 1 - POS 2 Watu Gedeg (1,5-2 jam) :
Pada jalur ini kita akan bertemu batu besar yang bernama “Watu Jago”. Mulai dari Watu Jago trek yang kita hadapi mulai bebatuan. Trek yang dilalui mulai menanjak dengan jalur bebatuan yang lumayan membuat otot paha mengeras.
   Pos 2 Watu Gedeg                                                                           Watu Jago
Di pos 2 ini juga terdapat shelter yang biasanya digunakan untuk mendirikan tenda bagi pendaki yang sudah mulai kelelahan dan bermalam disana. Di depan shelter terdapat tanah datar yang cukup untuk mendirikan 3 buah tenda. 

POS 2 - POS 3 Watu Gede (2 jam):
Trek akan semakin menanjak selepas pos 2. Trek pendakian masih berupa batu-batu besar yang tersusun secara alami. Di trek ini biasanya para pendaki mulai kelelahan dan sering beristirahat di perjalanan. Memang trek pendakian dari pos 2 ini sangat menguras tenaga. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai pos 3 sekitar 60 - 90 menit. 

   Pos 3 Watu Gede                                                                            Jalan bebatuan (Watu Gede)
Di pos 3 terdapat juga shelter yang biasanya juga digunakan untuk mendirikan tenda. Bagi kamu yang sudah tidak mampu melanjutkan perjalanan lagi bisa bermalam di pos 3 ini. Dan selanjutnya bisa summit ke puncak Lawu pada jam 02.30 untuk mengejar sunrise. Perjalanan dari pos 3 ke Puncak Lawu sekitar 2 jam 30 menit.

POS 3 - POS 4 Watu Kapur (1,5-2jam):
Selepas pos 3 trek masih sangat menanjak. Disini ketinggian sudah mencapai lebih dari 2800 mdpl. Pos 4 akan semkain dekat ditandai dengan adanya pegangan besi yang berada di samping kanan kiri jalur pendakian.

POS 4 Watu Kapur
Di pos 4 ini tidak terdapat shelter, hanya tanah datar berukuran sempit yang cukup untuk 1-2 buah tenda. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai pos 4 sekitar 60 - 90 menit. Sebaiknya jangan bermalam disini karena pos 5 sudah dekat dari sini. 


   Pos 4 Watu Kapur















POS 4 - POS 5 Jalotundo (30 menit):
Dari pos 4 ke pos 5 jalur pendakian agak landai, dengan trek tanah yang nyaman di kaki. Waktu tempuhnya cuma 30 menit. Di pos 5 ini terdapat beberapa warung yang menjual makanan seperti nasi pecel, gorengan, kopi, teh, dan minuman hangat lainnya.
Pada jalur setelah Pos 4 adalah jalur favorit. Karena trek yang datar dan hanya bergelombang serta treknya berbatuan rapih. Ditambah lagi kanan-kiri pemandangan luar biasa. Setelah itu kita akan bertemu dengan sumber air “Sumur Jalotundo”.
   Sumur Jolotundo



















POS 5 – Sendang Drajat (15 menit) :
Bila di pos 5 tempat untuk mendirikan tenda sudah penuh, pendaki bisa melanjutkan perjalanan ke pos Sendang Drajat. Di Sendang Drajat terdapat sumber air bersih yang bisa digunakan untuk mengisi botol-botol air yang sudah kosong.

   Sendang Drajat

Di Sendang Drajat juga terdapat sebuah warung makan lengkap dengan genset-nya. Jadi jangan heran bila di Gunung Lawu ada lampu listrik yang menyala. Warung tersebut juga menyediakan tempat untuk tidur bagi para pendaki yang tidak membawa tenda. Dari pos 5 ke Sendang Drajat hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit.





Sendang Drajat – Warung Mbok Yem (15 menit):
Warung di Sendang Drajat itu bukannya warung terakhir di Gunung Lawu. Ada lagi warung yang paling terkenal bagi para pendaki yaitu warungnya Mbok Yem. Warung Mbok Yem hanya berjarak 15 menit dari Sendang Drajat. Sama halnya warung lainnya, di warung mbok Yem ini pendaki bisa bermalam di dalam warung yang memang menyediakan tempat yang cukup
    Hargo Dalem                                                                                    Mbok Yem
Kalau kamu membawa tenda, bisa mendirikannya di depan warung mbok Yem. Salah satu spot terbaik untuk melihat sunrise di Gunung Lawu ini adalah di depan warung mbok Yem. Di sekitar warung mbok Yem terdapat Hargo Dalem yaitu sebuah tempat petilasan Prabu Brawijaya.

Warung Mbok Yem – Puncak Lawu (15 menit):
Dari warung mbok Yem ke Puncak Lawu atau Hargo Dumilah hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan trek full menanjak. Di puncak Lawu terdapat sebuah tugu triangulasi sebagai tanda puncak Gunung Lawu tersebut.
   Puncak Lawu (Hargo Dumilah)                                                         Sun Rise di puncak Lawu
Di puncak Lawu, bila cuaca cerah pendaki bisa melihat Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro, dan Sumbing di sebelah barat dan Gunung Semeru, Arjuno, Welirang di sebelah timur.


Demikian artikel tentang jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu, semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment