Asosiasi Minuman Ringan Indonesia (Asrim) memperkirakan pasar minuman ringan teh siap saji (Ready To Drink Tea / RTD Teh) nasional tumbuh sekitar 7% setiap tahunnya. Pertumbuhan itu mengikuti penambahan jumlah penduduk dan masih rendahnya tingkat konsumsi minuman ringan masyarakat di Indonesia.
Pasar minuman ringan di Indonesia saat ini didominasi oleh air minum dalam kemasan (AMDK) atau RTD Water yang memiliki market share 84% dari total pasar minuman ringan siap saji dalam kemasan. Sedangkan minuman ringan berkarbonasi cenderung stagnan, baik karena banyaknya pilihan minuman lainnya, maupun karena ditimpa rumor masalah kesehatan. (market share 3,6%).
Sementara pertumbuhan minuman lainnya yang mencolok adalah:
- Minuman Isotonik,
- Minuman Sari Buah dan
- Minuman lainnya beraroma buah-buahan.
Minuman Ringan Teh masih mempunyai market share yang sangat kuat sebesar 8,9% di tahun 2010. Sementara trendnya juga masih sangat kuat untuk berkembang, apalagi muncul minuman teh dengan berbagai variant seperti teh berkarbonasi, teh mengandung sari buah, antioksidan dan lainnya, seperti: TEBS, Fruitea, Frestea, Nu Tea, Chrystinum Tea ABC, Tea Kotak Rasa Buah, Pokka Green Tea, Teh Gelas, Teh Bunga dll.
Saat ini di Indonesia hampir 38% orang Indonesia adalah meminum minuman panas, seperti Hot Tea, Hot Coffee,dan Hot Chocolate, 12% Iced Tea Drinks dan 50% sisanya adalah meminum minuman siap saji dalam kemasan. Analisa ini tidak memperhitungkan air minum (baik dalam kemasan atau hasil proses rumah tangga), yang tentunya sangat besar (lebih dari 80%) seperti digambarkan pada grafik di slide sebelumnya.
![]() |
Konsumsi Minuman Orang Indonesia Tahun 2015 |
Pendorong utama bagi pertumbuhan pasar minuman ringan teh adalah populasi remaja dan anak muda di dalam negeri. Remaja dan anak muda adalah populasi yang produktif dan berpotensi mempunyai tingkat disposable income yang terus meningkat.
Lantas bagaimana dengan Market Share Teh Kemasan Botol dan Gelas di Indonesia saat ini. Bisa kita lihat dari data statistik dibawah:
Dibawah ini data lanjutan update market share teh kemasan di Indonesia dari tahun 2017 sampai 2024. Persentase market share dibawah ini berdasarkan tren penjualan ritel, visibilitas merek, dan laporan pasar dari Kantar, Nielsen, dan pengamatan distribusi ritel modern seperti Alfamart/Indomaret/Shopee/Tokopedia.
![]() |
Market Share Ready to Drink (Botol/Gelas) |
Dari data tahun 2017 hingga 2024 diatas terlihat 2 kompetitor teh kemasan botol dan gelas selalu didominasi oleh 2 merek ternama teh botol sosro dan teh pucuk harum, sementara pesaing lainnya masih berada di kisaran 10% kebawah. Trend teh botol sosro menurun sementara teh pucuk harum terus meningkat melampaui penjualan teh botol sosro.
![]() |
Market share Tea Bag (Teh Celup) |
Dari data market share teh kemasan jenis Tea Bag (teh celup) tahun 2017 hingga 2024, menunjukkan merek Sariwangi masih selalu mendominasi, akan tetapi seiring tahun perlahan menurun, sementara teh celup merek Tongji perlahan beranjak naik. Dan kompetitor lainnya masih stabil di 10% kebawah.
Demikianlah data tersbut semoga bermanfaat bagi para pebisnis Indonesia untuk mengembangkan usahanya.
Wassalam,
DK
Sumber:
SWA No.15/XXVI/Juli 2011
Indonesia Consumer Profile 2008
No comments:
Post a Comment