“ittaqunnar walau bisyiqqo tamrotin: Jagalah diri kalian dari api neraka, meski hanya dengan bersedekah sepotong kurma”(Hadits Shahih, Riwayat Bukhari dan Muslim. Lihat Shahiihul jaami’ no. 114)

Thursday, May 26, 2016

Mitos, Misteri dan Fakta di Gunung Semeru

Gunung Semeru dengan puncak Mahameru
Mendaki Gunung Semeru, Jawa Timur, menjadi impian banyak kalangan, khususnya para pendaki. Ada kepuasan tersendiri ketika berhasil menuju puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa itu. Padahal seperti kita ketahui, Gunung Semeru termasuk aktif, bahkan menyimpan berbagai mitos, misteri dan fakta tersendiri.

Menurut informasi yang dirangkum dari beberapa sumber, setidaknya ada beberapa mitos, misteri dan Fakta yang ada di seputar Gunung Semeru. Untuk lebih jelasnya bisa kita ikuti penjelasan berikut ini:


MITOS ASAL MULA GUNUNG SEMERU
Ilustrasi asal mula Gunung Semeru
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuno abad 15, Pulau Jawa dulunya mengambang di lautan luas dan terombang-ambing dipermainkan ombak. Pada suatu saat Sang Hyang Siwa datang ke pulau tersebut dilihatnya banyak pohon Jawawut, sehingga pulau tersebut dinamakan Jawa. Namun pulau tersebut masih terombang ambing tak menentu.

Para Dewa lalu memutuskan untuk memaku Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India di atas Pulau Jawa. Untuk memindahkan Gunung Meru tersebut, Dewa Wisnu kemudian menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa dan menggendong gunung itu di punggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut.

Kedua dewa tersebut lalu meletakkan gunung Meru di bagian barat Pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Wisnu dan Brahma lalu memotong Gunung Meru dan meletakkannya satu di ujung timur dan satu di barat.

Potongan gunung yang berada di sebelah barat membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Pananggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru. Di gunung inilah diyakini para dewa bersemayam.


MITOS SOSOK MBAH DIPO
Sosok Patung Mbah Dipo
Siapa Mbah Dipo? Ya, sebagaimana sosok Mbah Marijan yang pernah mentereng namanya karena waktu masih hidup bertugas sebagai juru kuncinya. Nah, Mbah Dipo ini adalah juru kuncinya Gunung Semeru disebut juga kuncen. Mbah Dipo bertempat tinggal di kawasan yang sangat rawan apabila terjadi letusan maha dahsyatnya. Diakui sebagian masyarakat bahwa hanya Mbah Dipo yang dapat menangkap tanda-tanda akan kejadian tersebut.

Tapi kini Mbah Dipo sudah meninggal dunia. Andai saja nanti Gunung Semeru akan benar-benar meletus, ada satu pesan dari Mbah Dipo, yaitu : “Jangan pernah lari ke arah Desa Gunung Sawur tapi larilah menuju ke arah sungai.” Sampai saat ini tidak ada yang mengerti dari pesan Mbah Dipo tersebut, dan untung saja Semeru masih aman-aman saja sampai saat ini.


MITOS MAKHLUK KERDIL DI AYEG-AYEG
Ilustrasi Makhluk Kerdil
Jalur Ayeg-ayeg merupakan jalur pintas dari Ranu Pani menuju ke Ranu Kumbolo. Untuk menuju ke ranu kumbolo melewati jalur konfensional memerlukan waktu 5 jam, akan tetapi jika kita menggunakan jalur ayeg-ayeg kita bisa menghemat waktu 2 jam sehingga hanya membutuhkan waktu 3 jam saja tetapi dengan jalan yang lebih menanjak tentunya.

Mitosnya disini terdapat manusia kerdil yang biasa muncul di puncak ayeg-ayeg. Beberapa kasus penampakan yang sempat diceritakan para pendaki bahwa mereka melihat manusia kerdil di daerah ini. Untuk waktunya sekitar menjelang maghrib saat senja mulai berganti gelap. Begitulah misteri di gunung ayeg-ayeg ini. Anda bisa percaya atau tidak yang pasti anda hanya perlu berfikir positif saja saat lewat di daerah ini. Jangan sampai berfikiran yang macam-macam.


MITOS KESURUPAN DI KELIK
Ilustrasi Kesurupan
Tidak sedikit kejadian pendaki kesurupan di Gunung Semeru. Banyak sekali laporan mengenai kesurupan yang terjadi di kawasan kelik. Daerah kelik yaitu batas vegetasi antara tumbuhan dan pasir. Selain itu dikawasan ini juga pernah terjadi kejadian pendaki yang jatuh, hilang, dan meninggal dunia.


MITOS LARANGAN BERKATA KOTOR
Seperti kebiasaan, sebelum mendaki para pendaki diberikan wejangan untuk tidak berkata kotor, berperilaku aneh-aneh selama pendakian. Larangan paling umum di setiap pendakian adalah dilarang berkata kotor dan perilaku macam-macam seperti merusak lingkungan. Banyak kejadian pendaki yang melanggar aturan ini akan terjebak bahkan tersesat selama pendakian.

So, buat kalian yang ingin mendaki Gunung Semeru janganlah merasa sombong dengan melanggar aturan yang ada. Konon ceritanya banyak orang meyakini Mahameru sebagai wilayah yang suci kediaman para dewa yang senantiasa menjaganya.


MITOS WANITA PENGHUNI RANU KUMBOLO
Kabut tipis ditengah Ranu Kumbolo, terkadang muncul penampakan sosok wanita
Ranu Kumbolo merupakan sebuah danau yang menjadi tempat peristirahatan pendaki gunung semeru. Konon ceritanya, para pendaki yang sedang berkemah disini sering melihat sosok hantu wanita dari tengah danau.

Kejadian penampakan hantu wanita ini sering terjadi saat bulan purnama tiba yang mereka yakini sebagai dewi penunggu ranu kumbolo. Gumpalan kabut tebal yang berputar-putar ditengah danau berubah menyerupai sosok wanita yang diyakini sebagai Ranu Kumbolo.


MITOS IKAN MAS DI RANU KUMBOLO
Ilustrasi Ikan Mas di danau
Selain terdapat penampakan sosok hantu wanita di Ranu Kumbolo, di kawasan ini juga terdapat ikan mas yang tidak diketahui asal usulnya. Para masyarakat disana menganggap ikan mas tersebut merupakan jelmaannya para dayang dewi penunggu danau Ranu Kumbolo. Terdapat larangan menangkap atau memancing ikan disini. Kalau dilanggar bersiaplah menerima hal-hal yang tidak diinginkan.


MITOS PERKAMPUNGAN MAKHLUK GHOIB DI RANUKUMBOLO
Dari informasi saat breafing oleh resort TNBTS di Ranu Pane menyebutkan bahwa, saat ngecamp di Ranu Kumbolo tidak boleh sembarang mendirikan tenda. Dimana ada daerah tertentu yang merupakan tempat perkampungan makhluk ghoib apabila kita bisa melihatnya. 

Nah di tempat tersebut apabila kita memaksakan diri untuk mendirikan tenda, dikhawatirkan makhluk tersebut akan marah dan mengganggu siapa yang tinggal di tenda tersebut. Pernah kejadian ada beberapa pendaki yang mendirikan ditempat yang dilarang di area Ranu Kumbolo tersebut dan akhirnya salah seorang pendaki tersebut kesurupan.


MITOS TANJAKAN CINTA
Tanjakan Cinta setelah Ranu Kumbolo
Tanjakan cinta adalah jalur yang lumayan cukup terjal dan terletak diantara danau ranu kumbolo dan oro-oro ombo. Menurut cerita, pendaki jomblo yang bisa mendaki tanjakan cinta ini tanpa menoleh dan tidak berhenti beristirahat sedikitpun dari bawah sampai batas akhir puncak akan kesampaian cintanya pada sang kekasih yang didamba.


MITOS ARCOPODO
Arca kembar yang selalu diberi sesajen
Merupakan sebuah misteri yang sangat terkenal di Gunung Semeru. Bagaimana tidak, selepas hutan belantara terdapat dataran yang luas dimana diyakini menyimpan misteri Arcopodo yang artinya arca kembar. Ini mengingatkan kita pada sebuah legenda Mahameru, yang mengisahkan ditempat tersebut dulunya ada arca kembar yang berdiri tegak. Pendiri arca kembar itu adalah prajurit dari Kerajaan Majapahit.

Yang anehnya arca kembar tersebut tidak dapat dilihat oleh sembarang orang. Hanya orang tertentu saja yang dapat melihat keberadaannya. Lebih anehnya setiap orang yang melihat arca kembar tersebut tidak sama persepsinya mengenai wujudnya.

Dalam sebuah kasus ada yang mengatakan bahwa ia melihat arca itu wujudnya sebesar anak kecil. Namun ada juga yang mengatakan wujud arca tersebut bisa nampak dari jarak jauh, yang artinya berwujud seperti raksasa. Mungkin bagi yang belum tahu, Arcopodo ini merupakan pos dataran terakhir sebelum menuju puncak Mahameru.


MISTERI BLANK 75
Peta alokasi Blank 75
Apa itu Blank 75? Ya, bagi para pendaki, istilah itu tidak asing lagi. Bahkan jalur di titik tersebut merupakan daerah yang harus diantisipasi bagi pendaki. Jika tidak, malapetaka akan dihadapi. Sudah seringkali Blank 75 memakan korban, terutama saat pendaki sedang melakukan perjalanan turun dari puncak Mahameru.

Gawatnya Blank 75 menurut Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ayu Dewi Utari adalah bahwa Blank 75 merupakan jalur yang akan dilewati pendaki baik ketika naik maupun turun. Blank 75 memiliki keistimewaan tersendiri, karena di jalur itu ada dua arah yang bisa dilewati. “Ada arah ke kanan dan ke kiri. Pendaki harus tepat dalam memilihnya,” ujar Ayu sebagaimana dikutip dari Detik.com. Dua pilihan itu sangat menentukan. Karena jika memilih arah jalur ke kanan pendaki akan menemukan jalur jalan yang landai dan pastinya nyaman untuk dilewati. Sebaliknya, jika memilih jalur ke kiri, pendaki akan menemukan jalan terjal dan sempit.
Lokasi Blank 75
Meskipun demikian, justru jalur belok ke kanan yang landai itu seringkali memakan korban. Dikarenakan di jalur tersebut kedua sisi jalan setapak adalah jurang dengan kedalaman diatas 10 meter. “Berbeda dengan belok ke kiri, meski jalannya terjal. Namun itu adalah jalur yang benar menuju pos bawah,” beber Ayu. Seperti halnya dalam pencarian terhadap Daniel Saroha (31), pendaki dilaporkan hilang juga difokuskan di Blank 75. Ada dugaan Daniel tersesat di jalur tersebut. “Pencarian Daniel juga di sana,” ujar Ayu.

Sementara menurut situs AMC Malang, blank 75 merupakan seluruh area turun antara lereng pasir Mahameru (Cemoro Tumbang/Cemoro Tunggal, Arcopodo dan sekitarnya) sampai ke Kalimati atau area vegetasi. Semua itu harus diwaspadai karena penuh dengan jalur jebakan yang membuat pendaki rawan mengalami dis-orientasi. Kenapa demikian? Ya, karena selama pendaki turun, track-nya berbelak-belok, terkadang tanpa sadar pendaki sudah mengambil arah yang salah karena ada banyak persimpangan. Dari Arcopodo kembali ke Kalimati itu sangat membutuhkan kecermatan.

Kok masih bisa tersesat? Kan ada rambu-rambunya? Ayu mengaku, rambu-rambu sudah dipasang di sepanjang jalur pendakian. Tapi masih ada saja kejadian pendaki tersesat atau tertimpa musibah lebih berat. Nah, terkait hal itu Ayu menuturkan, dari sebagian besar kejadian diketahui bahwa korban tertinggal dari rombongannya, atau memilih untuk berjalan sendiri. “Dan pas di Blank 75, mereka kebingungan. Ini mungkin karena fisik sudah lelah dan suhu minus 0 derajat sangat besar mempengaruhi,” tuturnya.

Ayu pun hanya bisa mengimbau, bagi pendaki agar tetap waspada ketika melakukan pendakian. Keselamatan sangat penting, meski nyali berani dimiliki. “Daripada ada masalah,” tutupnya. Daniel ditemukan. Dan sekadar info tambahan, bahwa pendaki bernama Daniel Saroha ditemukan selamat di kawasan Sumbermani, Kamis 13 Agustus 2015 siang tadi, sekitar pukul 13.30 WIB.

“Informasi yang kami dapatkan, survivor tersebut ditemukan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di kawasan Sumbermani dalam keadaan selamat dan tidak mengalami luka-luka sehingga korban akan dievakuasi menuju ke Pos Ranu Pani Lumajang,” kata Satrio, koordinator SAR Jember yang melakukan operasi SAR di Gunung Semeru, di Lumajang. Warga Kampung Bojong Jengkol RT 002 RW 010 Desa Cilebut Barat, Bogor, diduga tersesat di jalur pendakian Gunung Semeru, Selasa (11/8/2015) sore.


MISTERI PENAMPAKAN DI JEMBATAN MERAH
Jembatan Merah adalah jembatan kecil yang berada sekitar 100 meter sebelum pos 3 jalur konvensional. Di sebut jembatan merah karena jembatan ini memang dicat berwarna merah sehingga orang-orang menyebutnya begitu. Disini sering juga terjadi penampakan-penampakan makhluk halus, ada yang seperti wanita, ada yang anak-anak bahkan penampakan pocong juga pernah dialami oleh pendaki yang melewati daerah ini. Penampakan yang sering diceritakan yaitu saat menjelang maghrib dan malam hari.


MISTERI PENAMPAKAN DI SHELTER RANU KUMBOLO DAN KALIMATI
Shelter memang hal yang penting dalam pendakian. Tapi siapa yang menyangka bahwa shelter di ranu kumbolo dan kali mati menyimpan misteri. Hal ini berhubungan dengan setiap terjadi kecelakaan yang merenggut korban jiwa, pasti jasad korban selalu ditaruh di dalam shelter sebelum dievakuasi ke ranu pani. Sering terjadi cerita-cerita dari para pendaki melihat penampakan kebanyakan saat malam hari ketika mereka camp di dalam shelter.


MISTERI PENAMPAKKAN ANAK BERNAMA KELIK
Menurut warga ranupane yang menjadi porter gunung semeru. Dahulu ada anak jogja bernama kelik yang mengalami kecelakaan di lereng pasir gunung semeru. Sehingga meninggal dunia di daerah batas vegetasi gunung semeru. Kejadian banyak terjadi pendaki yang sengaja ditemui dan berkenalan bernama kelik, bagi yang tidak tahu memang tidak akan berfikir aneh2. Kejadian ini sering terjadi di kalimati, bahkan ada juga pendaki yang pernah cerita saat melakukan perjalanan menuju ke puncak dia diajak kenalan orang bernama kelik.

Meski demikian, hal itu tergantung dari sudut mana melihatnya, namun yang jelas, Mahameru merupakan salah satu gunung dengan potensi yang luar biasa. Ketinggiannya, keindahan alam, legenda dan misteri yang menyelimutinya merupakan aset yang perlu di jaga dan dilestarikan.


FAKTA PENGANTIN BARU WANITA YANG MENINGGAL DI RANU KUMBOLO
Ada sebuah kejadian nyata yang dialami penulis, pada saat itu penulis sedang melakukan bakti sosial (baksos) di Desa Ranupani pada bulan Agustus 2004. Saat itu di desa Ranupane terdapat sepasang pengantin yang baru menikah dan pergi ke danau ranu kumbolo untuk melakukan sesajen dengan membawa berbagai macam makanan yang akan dipersembahkan kepada penunggu danau ranu kumbolo.

Setelah membakar dupa di pelataran yang terdapat di pinggiran danau ranu kumbolo, sepasang pengantin baru tersebut mandi di danau ranu kumbolo, tapi ternyata si pengantin wanita terseret arus kuat ke dalam danau dan setelah beberapa lama muncul kembali dalam keadaan tidak bernyawa.


FAKTA WEDUS GEMBEL
Wedus Gembel dari puncak Semeru
Gunung Semeru merupakan gunung berapi yang aktif. Tidak heran jika gunung ini sering mengeluarkan awan panas dari kawahnya yang kita kenal dengan nama Kawah Jonggring Saloka. Jika Anda mendaki Gunung Semeru jangan panik ketika wedus gembel atau awan panas muncul. Karena pergerakan awan panas tersebut tidak sampai ke Anda. Meskipun demikian tetap ikuti peraturan dan tetap waspada. Taman Nasional Gunung Semeru sendiri sebenarnya hanya membatasi pendakian hanya sama Kalimati sebagai batas pendakian terakhir. Namun jika ada pendaki yang nekad atau memutuskan untuk ke puncak, maka dianjurkan untuk turun sebelum jam 10 pagi. Hal ini dikarenakan untuk mengantisipasi adanya gas beracun yang ikut disemburkan saat wedus gembel terjadi.
Selain itu jangan pernah sekalipun nekad mendekati kawah Jonggring Saloka saat anda berada di puncak. Ada tanda pembatas yang menginformasikan hal ini dan mohon utamakan keselamatan anda sendiri, jangan pernah mengabaikan segala himbauan atau larangan.


FAKTA MACAN TUTUL YANG MASIH BERKELIARAN
Beberapa waktu yang lalu sekelompok pendaki pernah berpapasan dengan kawanan macan tutul saat sebelum tiba di Ranu Kumbolo. Macan tutul tersebut memang sering kali melintasi jalan tersebut karena dijalan tersebut merupakan jalur kembali sekawanan macan tutul tersebut setelah mencari mangsa. Untuk itu para pendaki diharap selalu membawa penerangan dan jangan sendirian karna ditakutkan suatu saat pasti bertemu dengan sekawanan macan tutul yang melintasi jalan tersebut.


FAKTA SALJU DI RANU KUMBOLO DAN KALIMATI
Salju diatas tenda
Siapa yang tidak tahu Ranu Kumbolo? Tentunya sebagian besar semuanya sudah tahu dengan Ranu Kumbolo. Ranu Kumbolo merupakan danau di kawasan Gunung Semeru yang berada diketinggian 2.400 Mdpl. Danau ini sering dijadikan tempat camping para pendaki sebelum perjalanan menuju puncak atau setelah turun dari puncak dan sekaligus menikmati sunrise yang indah disini. Rasanya sayang untuk tidak melewatkan satu malampun di Ranu Kumbolo karena lokasinya sangat keren dan indah.

Buat Anda yang beruntung akan menemukan kristal es (salju) yang mengeras di tenda ketika pagi hari. Selain di Ranu Kumbolo, salju berbentuk kristal putih ini juga ditemukan di Kalimati, saya pernah menyaksikan fenomena ini pada saat jam 5 hingga 6 pagi. Keberadaan kristal es ini akan segera hilang begitu matahari semakin tinggi menyinari.


FAKTA BUNGA MIRIP LAVENDER DI ORO-ORO OMBO
Bunga Verbena yang semakin merajalela
Ketika kita sampai di Oro-oro Ombo, kita akan menemukan banyak tanaman berwarna ungu memenuhi dataran ini. Banyak mereka yang menyebut tanaman itu adalah bunga lavender, padahal sebenarnya tanaman itu bukanlah lavender.

Tanaman ini sebenarnya mempunyai nama ilmiah yakni Verbena Brasiliensis Vell asal Amerika Selatan. Tanaman ini sengaja di tanam oleh pendaki asal belanda pada dahulu kala.

Bunga Verbena dari dekat
Di balik keindahannya, Bunga Verbena ini menyimpan ancaman ekologis karena bersifat invasif yang menyerap air sangat banyak dan cepat membuat daerah di sekitarnya kekeringan. Jika perkembangannya tidak dikendalikan, dikhawatirkan Verbena akan menguasai habitat dan menggeser tanaman asli daerah tersebut (seperti sabana di Ranu Kumbolo, Oro-oro Ombo, Jambangan, dan Kalimati) sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem.

Jadi bukan suatu larangan untuk memetik bunga ini, malah dari TNBTS sendiri mengharapkan para pendaki untuk mencabut bunga tersebut untuk mengurangi pertumbuhan tanaman tersebut. Namun ada beberapa catatan setelah memetik bunga ini, jangan sampai tercecer di tempat lain di kawasan TNBTS. Jika tercecer, bisa jadi malah membantu penyebaran Verbena ini.


FAKTA SOE HOK GIE
Sosok Soe Hok Gie
Meninggalnya Soe Hok Gie seorang aktivis yang mengenyam pendidikan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia beretnis Tionghoa yang menentang kediktaktoran Soekarno dan Soeharto. Soe Hoek Gie itu sendiri adalah pendiri dari MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam) di Universitas Indonesia. Perjalanan Soe Hok Gie berujung duka ketika petaka pada 16 Desember 1969. Ketika itu Soe Hok Gie setelah summit attack dan akhirnya menghirup gas beracun. Setelah itu Soe Hok Gie kejang-kejang sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke 27 tahun.

Soe Hok Gie meninggal di puncak Semeru, tetapi semangatnya selalu menjadi inspirasi para pendaki yang mendaki Gunung Semeru.Dari kisah Soe Hoek Gie tersebut, seorang produser Mira Lesmana dan di sutradarai oleh Riri Reza membuat Film tentang perjalanan hidup Soe Hoek Gie yang berjudul GIE.

Itulah beberapa Mitos, Misteri dan Fakta yang ada di Gunung Semeru, semoga menjadi pelajaran buat kita semua yang akan mendaki ke Gunung Semeru.

Semoga bermanfaat,
Ded Lee