“ittaqunnar walau bisyiqqo tamrotin: Jagalah diri kalian dari api neraka, meski hanya dengan bersedekah sepotong kurma”(Hadits Shahih, Riwayat Bukhari dan Muslim. Lihat Shahiihul jaami’ no. 114)

Tuesday, January 9, 2018

Alibaba Raksasa E-Commerce

Kantor Alibaba Group

Hampir semua orang kini mungkin kenal Alibaba. Ya, Alibaba.com adalah sebuah layanan e-commerce yang berfokus pada B2B e-commerce untuk menghubungkan berbagai jenis usaha kecil dan menengah. Sehingga, usaha mereka dapat berkembang hingga dapat dilirik hingga ke luar China. Sampai tahun 2014, ada  tujuh  anak  terdiri  dari  AlibabaGroup, Alibaba.com, Alipay, taobao.com, software  Ali, Alimama, Yahoo  China  dan  Ali  lembaga.


SEJARAH ALIBABA

Alibaba didirikan pada tahun 1999 oleh Jack Ma (nama asli Ma Yun) dan 17 rekannya di Hangzhou, China. Ia merupakan tokoh penting di balik kesuksesan Alibaba, bahkan semacam pemimpin ‘spiritual’ bagi perusahaan ini. Sejak kecil, Jack Ma mempunyai ketertarikan yang besar terhadap Bahasa Inggris dan akhirnya menempuh pendidikan di Hangzhou Teacher’s Institute untuk mendapat gelar sarjana bahasa Inggris. Sebelum memutuskan untuk mendirikan perusahaan internet, Jack Ma pernah bekerja sebagai guru bahasa Inggris dan membuat perusahaan layanan dalam bidang terjemahan.

Jack Ma memulai usaha ini di apartemen kecil nan kumuh di Hangzhou, China tahun 1999 silam. Karyawan pertama tidur, makan dan bekerja sepanjang waktu di apartemen tersebut. Pada saat masih di apartemen Hongzhou ini, listrik untuk kantor Jack Ma tersebut sering dipadamkan. Hal ini karena jaringan listrik di daerah tersebut masih belum stabil dan tidak bisa mengimbangi tingginya permintaan listrik untuk pabrik dan AC, sehingga membuat kantor Jack Ma sering terkena pemadaman bergilir dan pengaturan yang ketat hingga membuat karyawan sering dipulangkan ke rumah.

Selanjutnya pada tahun 2000, Alibaba membuka kantor di Silicon Valley dan menyewa sebuah rumah di California USA. Ini menjadi rumah Alibaba, dan gerombolan insinyur dikirim dari Hangzhou untuk bekerja di rumah tersebut. Para insinyur itu bekerja berjam-jam dan makan mi instan untuk makan malam.

Perusahaan milik Jack Ma terus berkembang, namun masih serba kekurangan. Ketika Jack Ma mencari tim penjualan pertama, dia malah merekrut orang muda dari pedesaan dengan latar belakang pertanian. Hal ini dilakukan karena Alibaba saat itu belum sanggup menggaji lulusan universitas terbaik China dengan USD. "Bayarannya rendah, dan kondisi yang keras. Tapi Alibaba memberi langkah kecil untuk mereka dan keluarga mereka. Alibaba jadi harapan (pemuda desa).

Meskipun saat ini sudah tidak menjabat sebagai CEO, Jack Ma masih mempunyai kontrol pada perusahaan ini dan bertindak sebagai executive chairman. Dengan Alibaba, Jack Ma kini merupakan salah satu orang paling kaya di China.


ASAL NAMA ALIBABA

Jack Ma menamai perusahaan internetnya “Alibaba” bukan tanpa alasan. Suatu hari ketika ia berada di sebuah kedai kopi di San Fransisco dan mulai mendapatkan ide nama Alibaba, ia bertanya kepada pramusaji, “Apakah kamu tahu tentang Alibaba?” Pramusaji menjawab, “Ya.” Jack Ma kembali bertanya, “Apa yang kamu ketahui tentang Alibaba?” “Alibaba dan 40 pencuri”, jawabnya. Sontak Jack Ma berkata, “Ya, ini namanya!” 

Logo Alibaba

Jack Ma kemudian bertanya kepada beberapa orang tentang Alibaba, dan semua orang tahu tentang itu. Ia mengambil nama Alibaba karena nama itu banyak diketahui orang, mudah diingat, dan mencerminkan sosok entrepreneur yang baik hati, cerdas, dan membantu orang-orang tidak mampu.

Logo Alimama

Secara kebetulan, kata “baba” berarti ayah dalam bahasa China. Jack Ma akhirnya juga mendaftarkan nama “Alimama” sebagai pasangan Alibaba. Akhirnya, nama tersebut dipakai setelah Alibaba Group mendirikan sebuah platform marketing online bernama Alimama.


AWAL KESUKSESAN ALIBABA

Dimulai saat proses penawaran saham perdana ke publik (IPO) pada Sabtu (20/9/2014) waktu setempat, saham Alibaba resmi diperdagangkan di Bursa New York Amerika Serikat (NYSE).

Sempat molor dua jam, saham Alibaba debut pada pukul 12.00 waktu New York. Permintaan pembelian menggila beberapa detik setelah IPO, kelebihan 35 persen dari jumlah lot ditawarkan. Dengan target awal USD 83 per lembar, nilai saham Alibaba dalam hitungan menit melonjak jadi USD 99, sebelum akhirnya bertahan lama di posisi USD 93 per lembar.

Sepanjang 20 menit melantai di bursa NYSE, 100 juta lembar saham Alibaba diperdagangkan para broker Wall Street, seperti dilansir stasiun televisi USA Today. Dana segar terkumpul dari IPO ini minimal USD 24,3 miliar atau sekitar Rp 318 triliun. Imbasnya, kapitalisasi pasar Alibaba mencapai USD 165,5 miliar atau sekitar Rp 2.177 triliun.


MENDIRIKAN TAOBAO PESAING EBAY

Jack Ma adalah orang yang meluncurkan Taobao hingga menjadi platform belanja online paling populer di China. Taobao diluncurkan Jack Ma di tahun 1999 setelah Alibaba.com menghasilkan keuntungan dalam bisnis B2B-nya. Ma meluncurkan Taobao sebagai respon kehadiran eBay di China.

Jack Ma menganggap eBay tidak mengerti kebiasaan konsumen di China yang pada saat itu tidak siap dengan konsep bisnis yang dimiliki eBay yakni, dengan membebankan fee terhadap member.

Ma memberikan fasilitas yang ada di Taobao.com sepenuhnya secara gratis selama tiga tahun. Hal ini membuat Taobao.com merangkul konsumen lebih banyak dan dapat mengalahkan eBay.

Ketika eBay mulai kesulitan untuk mendominasi pasar e-commerce di China, Jack Ma membuat sebuah gebrakan besar yaitu, memberikan tambahan layanan gratis selama tiga tahun hingga total enam tahun pada Taobao.com di tahun 2005. Ini tentu saja memukul eBay hingga tidak bisa berkembang di China.

Jack Ma punya sebuah ungkapan. Yaitu: “eBay may be a shark in the ocean, but I am a crocodile in the Yangtze River. If we fight in the ocean, we lose—but if we fight in the river, we win.”

Merasa tersaingin eBay mencoba cara kotor untuk menjatuhkan Alibaba yaitu dengan membujuk Bill Clinton agar tidak hadir memberikan pidato utama dalam pertemuan tahunan perusahaan besar. eBay mengirimkan screenshot item yang dijual di platform Alibaba yaitu senjata AK-47, uranium dan barang palsu. Mereka mengirimkannya pada tim Clinton. Selain itu, pendiri eBay Pierre Omidyar bahkan menelepon Clinton menyampaikan hal ini.


MENJADI PERUSAHAAN INTERNET TERBESAR

Dengan nilai IPO sekitar USD 25 miliar, Alibaba akan mempunyai kapitalisasi pasar sekitar USD 165 miliar. Angka tersebut melampaui kapitalisasi pasar Amazon yang sekitar USD 152,4 miliar. Dengan menyalip Amazon, Alibaba akan menjadi perusahaan internet terbesar ketiga di dunia, di belakang Google dan Facebook.
Top 10 internet companies by market cap (Wall Street Journal)

Dengan masuknya Alibaba, persaingan antara perusahaan internet asal Amerika Serikat dan China tampaknya imbang, meskipun keduanya tidak masuk secara signifikan di pasar satu sama lain. Namun, tampaknya ini akan berubah. Alibaba kini tengah menargetkan pasar Asia Tenggara dan negara Barat, sedangkan Baidu telah memasuki beberapa negara di luar China.


MENYELAMATKAN PENDAPATAN YAHOO

Raksasa internet sebesar Yahoo ternyata tidak sanggup menghadapi ketatnya persaingan di sektor teknologi. Mayer menjadi CEO Yahoo lima tahun lalu setelah pindah dari jabatannya sebagai eksekutif Google. Dia mewarisi carut marut perusahaan yang kehilangan kepemimpinan. Yahoo sempat menjadi raksasa mesin pencari bahkan bisa disebut sebagai perintis mesin pencari internet. Yahoo mulai kalah bersaing sejak Google diluncurkan pada 1998.

Untuk menyelamatkan Yahoo, Mayer sempat melakukan akuisisi Tumblr dan melakukan efisiensi karyawan. Namun, akhirnya semua cara itu tidak mampu mendongkrak pendapatan Yahoo.

Yahoo bisa bertahan berkat saham yang dimilikinya di raksasa e-commerce Tiongkok Alibaba sebelum perusahaan yang didirikan Jack Ma itu menjadi besar. Pada tahun 2005, Yahoo membeli 40 persen saham Alibaba senilai US$ 1 miliar. Kini nilai saham itu jauh lebih besar dari nilai operasional bisnis internet Yahoo.

Pada Tahun 2013 Yahoo mempunyai sekitar 23 persen saham di Alibaba. Dengan kepemilikan saham ini, Alibaba bisa dibilang menjadi salah satu sumber pendapatan Yahoo. Menariknya, pendapatan Alibaba di kuartal terakhir 2013 dua kali lipat lebih besar dari pendapatan Yahoo. Bantuan revenue dari Alibaba memungkinkan Yahoo untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan internet lain dan terus bertumbuh. Ya, bisa dibilang bahwa Alibaba menyelamatkan Yahoo.


MEMBELI KLUB SEPAKBOLA

Alibaba punya hampir semua hal, mulai dari marketplace, search engine, e-payment, aplikasi chatting, media hiburan, dan masih banyak lagi. Hal-hal tersebut mungkin wajar jika dimiliki sebuah perusahaan internet, tapi bagaimana dengan memiliki sebuah klub sepak bola? 

Tianhe Stadium China

Ya, pada Juni 2014 lalu, Alibaba membeli 50 persen saham di salah satu klub sepak bola ternama di China Guangzhou Evergrande F.C. seharga USD 192 juta. Klub yang menjadi juara liga domestik China ini dilatih oleh mantan pelatih tim nasional Italia Marcello Lippi.


ALIBABA MASUK INDONESIA

J&T Alibaba adalah perusahaan kerjasama antara J&T Express dengan Alibaba.com. J&T Alibaba resmi meluncur di Indonesia, Selasa (9/5). Meski baru diresmikan kemarin, Agustina Putri Wijaya, Manager J&T Alibaba, menerangkan bahwa perusahaannya sebenarnya sudah berdiri sejak 2015.

Agustina juga menjelaskan bahwa J&T Alibaba bukanlah anak perusahaan dari J&T Express. “Kalau dilihat dari tatanan sebenarnya kami sejajar dengan J&T Express," tutur Agustina. Namun, Agustina mengakui bahwa J&T Alibaba belum memiliki nama PT. "Nanti menyusul,” tukasnya.

Berbeda dengan bisnis J&T Express, J&T Alibaba tidak mengurusi masalah logistik Alibaba. “Saya ingin meluruskan bahwa ketika Alibaba dan J&T bekerjasama itu seperti apa sih kerjasamanya? Saya mau tegaskan bahwa kami di sini bukan mitra logistik. Tapi, kami di sini sebagai partner dalam mensosialisakan mengenai service dari Alibaba.com,” terang Agustina kepada CNN Indonesia.com, Selasa (9/5).

Perusahaan ini didirikan karena di masa lalu Alibaba mengalami kesulitan untuk menyentuh pemasok dari Indonesia. Pemasok Indonesia sendiri juga kekurangan informasi mengenai Alibaba. “Karena saat Alibaba masuk Indonesia, kendalanya adalah ketika ada supplier Indonesia yang ingin join ke Alibaba, mereka harus request langsung ke China. Sedangkan dengan dengan adanya kita di sini, para supplier akan memiliki kemudahan untuk menerima informasi lebih mengenai bagaimana sih penggunaan Alibaba.com,” tambahnya.

Agustina juga menegaskan bahwa kerjasama ini tidak bersifat joint venture. Sehingga, tidak ada investasi dari Alibaba yang dikucurkan pada pihaknya. 

Monetisasi dari perusahaan kerjasama ini didapat dari program keanggotaan Global Gold Supplier (GGS). Perusahaan menawarkan berbagai paket keanggotaan. Mulai dari paket basic yang tak berbayar, paket standard, hingga premium yang biaya keanggotaannya bernilai puluhan juta. 

Paket-paket ini disiapkan utuk memenuhi kebutuhan anggota sesuai ukuran, industri, produk, dan kategori perusahaan mereka. Selain perlu membayar per tahun, pemilik usaha juga perlu memastikan bahwa produknya bisa diekspor. Ini berarti produk mentah seperti bongkahan emas, kayu, atau besi tak masuk kategori ini. Ini terkait dengan regulasi pemerintah yang melarang ekspor bahan mentah. Produk-produk itu mesti diolah dulu menjadi barang jadi atau setengah jadi agar bisa diekspor. 

Untuk itu J&T Alibaba lebih fokus pada UKM furniture, pertanian, makanan, minuman, serta barang kerajinan tangan.

Kerjasama ini juga lebih menyasar bisnis yang berada di ukuran besar dan menengah. Sebab, pemasok akan dituntut untuk memasok barang dengan jumlah besar untuk diekspor. Hal itu sesuai dengan model bisnis Alibaba.com. Selama ini Alibaba dikenal sebagai portal global e-commerce di segmen Business to Business (B2B).

Kerjasama antara Alibaba.com dengan J&T Express ini dilakukan untuk memudahkan pengusaha UKM dan pelaku bisnis lainnya untuk menjual barang dan jasanya di laman Alibaba. Dengan kata lain, membantu UKM Indonesia menembus pasar internasional.

Kerjasama kedua perusahaan ini dinamakan J&T Alibaba. Perusahaan ini akan memberikan konsultasi dan program pendidikan. Materi yang diberikan seputar strategi e-commerce, ekspor, pemasaran, dan akses ke berbagai pembeli potensial dari seluruh dunia. Meski demikian, keduanya menolak untuk menyebut kerjasama ini sebagai joint venture.  

"Kami berharap sektor UKM (Indonesia) bisa menembus pasar internasional. Karena ketika kami mengadakan pameran di Malaysia saja transaksinya sangat besar. Kalau ini bisa didorong ke online, maka saya berharap UKM kita akan bisa berkontribusi lebih besar lagi," papar I Wayan Dipta sebagai Deputi Bidang Produksi & Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM saat menyampaikan sambutannya di Jakarta Pusat, Selasa (9/5).

Sebagai penyedia jasa konsultasi dan edukasi J&T Alibaba menerapkan model bisnis dari biaya keanggotaan. Keanggotaan yang ditawarkan ini terdiri dari internasional free member (IFM) dan Global Gold Supplier (GGS). IFM tersedia gratis untuk pengusaha. Sementara GGS ditawarkan dengan paket basic, standard, premium. Paket keanggotaan ini dibuka dengan harga Rp22 juta hingga yang paling tinggi Rp95 juta.

Mengapa harga keanggotaan ini begitu mahal? Sebab, anggota GGS akan mendapatkan penawaran eksklusif. Tawaran ini berupa bantuan konsultasi bisnis dari ahli, akses pada permintaan pembeli, dan tampil di halaman awal Alibaba.com begitu pembeli memasukkan kata kunci.

Sebelumnya, penjual Indonesia yang ingin tampil eksklusif di Alibaba diharuskan mengajukan permintaan untuk berjualan go international langsung ke kantor pusat di China. Hal itu juga berlaku untuk keanggotaan premium agar penjual bisa ditempatkan di halaman depan.

"J&T Alibaba resmi berdiri sebagai mitra bisnis Alibaba.com di Indonesia. Kami berkomitmen untuk memajukan perekonomian Indonesia dengan mendorong sektor UKM. (Sehingga,) J&T berharap dapat turut membantu inisiatif pemerintah untuk memajukan UKM," kata Oliver Yang, Direktur J&T Alibaba. 

Kerjasama ini sengaja dibuat dengan sasaran UKM. Pasalnya, sektor ini dinilai punya potensi pertumbuhan jika pelaku UKM memanfaatkan platform online. Sebab, saat ini baru 9 persen dari total 56,5 juta UKM yang memanfaatkan platform online untuk memasarkan produknya.

Saat ini tersedia 26 cabang J&T Alibaba di seluruh Indonesia. Perusahaan menargetkan bakal memiliki 50 cabang hingga akhir 2017. Tak hanya di kota-kota besar, perusahaan juga mungkin didirikan secondary city asalkan wilayahnya memang potensial. Alibaba.com sendiri telah berdiri selama 18 tahun di dunia sebagai ecommerce dari China. Sementara itu, J&T Express merupakan perusahaan logistik dengan 1.200 cabang di seluruh Indonesia. Saat ini juga Alibaba telah melayani sektor pelanggan B2B di lebih dari 190 negara dan 40 industri, dengan 160 juta pembeli.


ALIBABA MEMBELI SEBAGIAN BESAR SAHAM LAZADA

Raksasa perdagangan online (e-commerce) Tiongkok, Alibaba, melakukan manuver strategis untuk menguasai pasar kawasan Asia Tenggara, dengan kesepakatan pembelian sebagian besar saham situs berjualan, Lazada. Tak tanggung-tanggung, kesepakatan diestimasi senilai $ 1 miliar untuk mengambil alih Lazada, situs berjualan yang eksis di Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Dengan kesepakatan tersebut, diperkirakan Alibaba Group akan menguasai 2/3 saham Lazada, yang membuat Lazada menjadi perusahaan yang senilai $ 1,5 miliar.

Demografi Lazada

Langkah Alibaba yang dikomandani pendirinya, Jack Ma, jelas untuk mengukuhkan posisi Alibaba sebagai pemain utama e-commerce di Asia. Dengan kapasitas megaraksasa, ini membuat Alibaba memainkan musik "Ikut saya atau lawan saya" di Asia Tenggara.

Bijaknya, kita telisik kekuatan Lazada lebih dahulu yang akhirnya dipinang oleh Jack Ma melalui Alibaba. Lazada spesifik di bidang e-commerce, dibangun oleh perusahaan Jerman, Rocket Internet, pada 2012. Sasaran pasar adalah Asia Tenggara, dengan markas kantor di Singapura.

Penguasaan Lazada di enam negara Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, cukup menjadi penawaran berharga bagi Alibaba karena kawasan ini memiliki sekitar 560 juta total populasi.

Mari kita lihat gambar di bawah ini, tanpa Alibaba sekalipun Lazada sudah menguasai e-commerce Asia Tenggara. Gambar ini menunjukkan jumlah pengunjung bulanan situs Lazada, tentu saja belum tentu menjadi pelanggan Lazada, namun menunjukkan kekuatan pengiklanan Lazada.

E-Commerce Player Visits Tahun 2015

Tampak Lazada di Indonesia memiliki kekuatan sekitar 17 kali lipat dibanding situs seperti Bhinekka, Elevenia, dan Blibli, bahkan untuk situs Matahari, kekuatan Lazada memiliki kekuatan 16 ribu kali lipat. Sementara, kekuatan Lazada di Malaysia, memiliki rentang 5 - 46 kali lipat. Di Filipina, kekuatan Lazada 12 - 188 kali lipat, sedangkan Thailand, 3 - 23 kali lipat, dan Vietnam, 1,2 - 18 kali lipat.

Bagaimana ketika Lazada menjadi bagian Alibaba? Mudahnya adalah perusahaan Lazada memiliki nilai $ 1,5 miliar, sementara Alibaba senilai $ 149 miliar berdasarkan penguasaan pangsa pasar. Alibaba sang raksasa, 100 kali lebih besar dari Lazada, dengan akuisisi Alibaba atas Lazada, maka kekuatan Lazada menjadi 100 kali dari sebelumnya, mengerikan!


JOKOWI KUNJUNGAN KE ALIBABA

Presiden Joko Widodo memanfaatkan kunjungannya ke Cina dalam rangka menghadiri konferensi KTT G20, dengan Mendatangi distrik Yu Hang, Kota Hangzhou, untuk berkunjung ke kantor pusat Alibaba Group dan bertemu dengan founder sekaligus Chief Executive Officer Alibaba, Jack Ma.

Dalam pertemuan tersebut Presiden bersama Jack Ma membahas tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam hal pemasarannya melalui e-Commerce.

Seperti yang disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dalam siaran persnya (03/09/2016), Presiden dan Jack Ma memiliki pandangan yang sama terhadap UMKM, yakni pentingnya membantu memberdayakan dan membangun UMKM melalui teknologi. “UKM itu harus diberdayakan untuk memanfaatkan teknologi (e-commerce) ini,” kata Rudiantara yang ikut dalam rombongan Presiden.

Menurut Rudiantara, kerja sama Indonesia dengan perusahaan raksasa e-commerce, Alibaba, ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya, Mantan Menteri Perdagangan yang kini menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas T. Lembong, pernah membuat kerja sama dengan memasukkan produk Indonesia untuk dipasarkan Alibaba melalui layanan Tmall (sebelumnya bernama Taobao Mall), yang diberi nama Inamall.

Produk Indonesia yang ditawarkan disana adalah produk yang masuk masih kategori large fast moving consumer goods, seperti kopi Kapal Api dan Indomie. “Tmall itu platform marketplace untuk Tiongkok,” ujar Rudiantara.

Inamall mulai beroperasi pada 8 Juli 2016. Selain itu, produk Indonesia masuk platform AliExpress. Platform itu lebih bersifat global. “Diharapkan tidak hanya menyasar pasar Tiongkok, tapi juga di luar Tiongkok,” pungkas Rudiantara.

Kunjungan Jokowi ke Alibaba punya tujuan agar produk UKM dari Indonesia bisa menembus pasar China dan global melalui jaringan Aliexpress. "Misalnya, seperti menjual produk kemasan seperti kopi, makanan ringan, dan sebagainya," demikian seperti dilaporkan oleh Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza.


PRODUK INDONESIA AKAN DIPASARKAN MELALUI ALIBABA

Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia, Soegeng Rahardjo mengungkapkan rencana untuk memasarkan produk makanan dan minuman Indonesia secara global melalui situs Alibaba.com. Melalui situs belanja daring milik China ini, produk makanan dan minuman Indonesia akan dipasarkan baik secara Business to Business (B2B) maupun Business to Consumer (B2C).

"Melalui platform Alibaba.com, kita mencoba untuk memasarkan produk kita tidak saja di pasar Tiongkok, yang sangat besar, tetapi juga pasar global," kata Soegeng di Beijing pada Sabtu (6 Feb 2016).

Soegeng memaparkan beberapa produk yang akan dipasarkan melalui Alibaba.com pada tahap awal untuk pasar China adalah sarang burung walet, kopi luwak, kudapan, seperti biskuit, keripik singkong, dan kerupuk udang Sidoarjo. Kerja sama dengan Alibaba Grup seperti ini, lanjut Soegeng, merupakan salah satu upaya untuk melakukan penetrasi pasar China secara khusus dan juga pasar global.

Soegeng menilai Indonesia harus benar-benar kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan pasar 1,4 miliar penduduk Tiongkok. "Apalagi Tiongkok, dalam sepuluh tahun mendatang akan menjadi kekuatan utama ekonomi dunia," kata Soegeng. Soegeng mengatakan Indonesia harus mampu menerapkan prinsip "3S" dalam melakukan penetrasi pasar global di manapun, yakni solid (Indonesia Incorporated), speed (birokrasi yang cepat, tidak rumit), dan smart (cerdas dalam melakukan penetrasi pasar).

"Pada abad 21, bukan lagi yang besar mengalahkan yang kecil, tetapi yang bergerak cepat, akan mengalahkan yang bergerak lambat. Semoga Indonesia dapat berlari cepat, menyikapi perkembangan global yang semakin dinamis," ujar Soegeng.

Atase Perdagangan KBRI Beijing Dandy S Iswara mengatakan kerja sama dengan Alibaba.com dengan adanya sertifikasi maka akan memberikan jaminan keamanan makanan dari Indonesia. Pajak atau bea masuk juga tidak dikenakan.

"Ini merupakan salah satu cara untuk memasuki pasar Tiongkok tanpa harus mengurus perizinan yang panjang seperti izin impor, izin distributor, dan bebas pajak untuk transaksi dibawah nilai tertentu," katanya. Dandy menambahkan, "dengan memasarkan produk kita melalui Alibaba.com, kita juga dapat mengetahui bagaimana potensi pasar Tiongkok bagi produk-produk kita. Semacam test case begitu."

Terkait kerja sama tersebut, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) menargetkan perdagangan melalui situs itu bisa mencapai 10 juta dolar AS pada 2016 dan 50 juta dolar AS tahun depan.


STRATEGI SUKSES ALIBABA

Dalam perjalanan karirnya, Jack Ma pernah ditolak beberapa kali saat melamar pekerjaan, satu di antaranya ketika ia melamar di KFC. Dari 24 orang pelamar, hanya dirinya saja yang tidak lolos, sedangkan 23 orang lainnya berhasil menjadi karyawan restoran cepat saji tersebut.

Namun berkat kegigihan dan kerja kerasnya, Jack Ma kini menjadi orang paling kaya di China. Bagaimana cara sukses Jack Ma dalam mendirikan perusahaan Alibaba?

Berikut strategi Jack Ma:

1. Inovatif, Kreatif, dan Berpikir Unik
Orang-orang yang sukses dalam pencapaian finansial adalah orang-orang yang memiliki pemikiran kritis, kreatif, dan membuat hal-hal unik. Dan Jack Ma memiliki karakter tersebut. Pemikirian yang kreatif dan inovatif membuat perusahaan tersebut berkembang.

2. Banyak Belajar dari Pihak yang Telah Sukses
Seperti halnya dengan Amazon dan eBay, Alibaba adalah sebuah perusahaan perdagangan di internet. Tapi yang membedakannya adalah Alibaba tidak benar-benar memiliki persediaan atau menjual barang. Perusahaan ini hanya menjadi perantara, sehingga mampu mengumpulkan komisi atas jasa-jasanya. Inilah salah satu model bisnis yang paling scalable dan menguntungkan.

3. Melihat Peluang
Di balik masalah besar ternyata kemungkinan ada peluang besar. Ketika Jack Ma mulai mendirikan bisnis e-commerce, ia melihat bahwa masalah utama yang sering dihadapi oleh pengusaha kecil di China kala itu adalah minimnya infrastrutur dan pihak-pihak mentor yang menjadi jembatan bagi para pengusaha kecil dan menengah (UKM). Dan akhirnya Jack Ma membaca lalu memanfaatkan kondisi tersebut menjadi peluang potensial.

4. Memiliki Visi Besar dan Membangun Jaringan
Ketika merintis bisnisnya, Jack Ma memiliki keyakinan bahwa internet akan mampu menjembatani dunia bisnis, khususnya bagi warga China. Untuk mewujudkan visinya tersebut, Jack Ma membangun koneksi yang kuat, di mana awalnya ia menarik dana investasi dari teman-temannya. Hingga pada akhirnya bisa membangun jaringan ke berbagai negara di dunia.

5. Memilih Nama Perusahaan yang Tepat
Sederhana tapi memiliki impresif yang kuat. Jack Ma mencetuskan memilih nama Alibaba pada tahun 2006 ketika sedang minum teh di sebuah kedai di San Francisco. Nama itu terinspirasi dari cerita Negeri 1001 Malam, yakni si Ali Baba yang berhasil mengecoh dan mengambil harta 40 orang pencuri. Karakter Ali Baba sangat sesuai dengan visi bisnisnya, yakni ingin menyulap kondisi perekonomian para pengusaha kecil menjadi sejahtera. Selain itu, pemilihan nama Alibaba karena sangat gampang diucapkan dan mudah diingat.


Semoga bermanfaat,
DK


Sumber:



1 comment:

  1. Thanks infonya mantep banget. Oiya, saya juga nemu referensi artikel lain nih yang ga kalah menarik. Di sini Jack Ma mengaku kalo dirinya tuh gaptek alias gagap teknologi. Lalu kenapa dia bisa membesarkan perusahaan teknologi seperti Alibaba ya? Cek selengkapnya di sini ya man teman: Terungkap, inilah rahasia sukses Jack Ma sebagai pemiliki Alibaba, padahal aslinya gaptek!

    ReplyDelete