“ittaqunnar walau bisyiqqo tamrotin: Jagalah diri kalian dari api neraka, meski hanya dengan bersedekah sepotong kurma”(Hadits Shahih, Riwayat Bukhari dan Muslim. Lihat Shahiihul jaami’ no. 114)

Tuesday, January 30, 2018

Novel Enid Blyton


Latar Belakang

Enid Mary Blyton (lahir 11 Agustus 1897 – meninggal 28 November 1968 pada umur 71 tahun) adalah seorang penulis buku cerita anak berkebangsaan Inggris yang populer yang juga dikenal sebagai Mary Pollock. Sejak kecil, Enid Blyton telah pandai mengarang. Karya-karyanya sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia, termasuk dalam bahasa Indonesia, antara lain oleh Djokolelono, yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Ia adalah salah satu penulis buku cerita anak yang paling terkenal pada abad ke-20.

Sebab, walaupun buku-buku karangannya itu telah berusia sangat tua, cerita dan bahasanya tidak pernah ketinggalan zaman.

Ia telah menulis berbagai cerita anak berdasarkan berbagai macam karakter dari berbagai macam umur. Hasil karyanya sukses di manapun juga di dunia dan telah terjual lebih dari 600 juta eksemplar. Ia termasuk dalam Enam Penulis Terpopuler di Dunia, diterjemahkan lebih dari 90 bahasa, dan terdaftar dalam data terjemahan milik UNESCO.

Salah satu karakternya yang terkenal adalah Noddy, yang ditujukan untuk pembaca yang masih tahap awal, atau anak-anak berumur 4-7 tahun. Bagaimanapun juga, pembaca utama bukunya adalah anak-anak yang tidak memerlukan bimbingan dalam membaca untuk masuk ke petualangan yang diciptakan olehnya. Buku yang pertama diterbitkannya berjudul Child Whispers(diterbitkan pada tahun 1922). Dalam golongan pembaca yang ini, banyak buku berseri yang sangat popular didunia, di antaranya adalah Lima Sekawan (terdiri dari 21 buku, 1942-1963, cerita berdasarkan empat anak dan seekor anjing), Pasukan Mau Tahu (terdiri dari 15 buku, 1943-1961, di mana lima anak yang sedang berlibur sering bermasalah dengan polisi lokal), begitu juga dengan Sapta Siaga (terdiri dari 15 buku, bercerita tentang tujuh anak yang memecahkan berbagai misteri). Ternyata, selain mengarang novel, ia juga menerbitkan majalah Sunny Stories dan pada akhirnya ia mulai menerbitkan majalah yang bernama Enid Blyton's Magazine. Lewat majalah inilah, Enid Blyton memulai pendirian Klub Lima Sekawan.


Hasil karyanya Enid Blyton

Semua hadil karyanya, terdiri dari cerita petualangan, fantasi atau khayalan, dan kadang melibatkan sihir.

Novel yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia antara lain:
  1. Serial Petualangan
  2. Pasukan Mau Tahu
  3. Lima Sekawan
  4. Sapta Siaga
  5. Si Badung
  6. Malory Towers
  7. Lima Serangkai
  8. St. Clare
  9. Empat Serangkai

Serial Televisi yang terkenal di dalam bahasa Inggris:
  1. The Adventure Series (1944-1950)(Serial Petualangan)
  2. The Barney Mystery Series (1949-1959)(Serial Komplotan)
  3. The Circus Series (1938-1952)
  4. The Famous Five (1942-1963) (Lima Sekawan)
  5. The Five Find-Outers (1943-61)(Pasukan Mau Tahu)
  6. The Magic Faraway Tree series (1939-1951)
  7. Mary Mouse (1942-1964)
  8. Malory Towers (1946-1951) (Malory Towers)
  9. The Mistletoe Farm series (1948-1950)
  10. Naughtiest Girl series (1940-1952)
  11. Noddy (1949-63)
  12. The Secret Seven (1949-63) (Sapta Siaga)
  13. St. Clare's series (1941-43)(St. Clare)
  14. Wishing Chair series (1937-2000)
  15. The Secret Series (1949-1959) (Empat Serangkai)

Statistik Novel Enid Blyton
  • Buku Enid Blyton telah terjual lebih dari 600 juta cetakan.
  • Lebih dari sejuta cetakan Lima Sekawan terjual setiap tahunnya
  • Bukunya telah diterjemahkan ke 90 bahasa lebih
  • Dalam Penghargaan Buku Costa 2008, Enid Blyton ditetapkan sebagai pengarah yang paling dicintai, melampaui Roald Dahl, J.K. Rowling, dan Shakespeare.[1][2]
  • Ia menulis lebih dari 753 buku selama lebih dari 45 tahun kariernya dengan rata-rata 16 judul buku per tahunnya (Daftar buku karya Enid Blyton)


Seri Petualangan (The Adventure Series)

Novel ini berkisah tentang empat remaja belasan tahun; Philip Mannering, Lucy-Ann Trent, Jack Trent, dan Dinah Mannering. Philip dikenal sebagai remaja yang suka dengan binatang dan diyakini bisa "berkomunikasi" dengan hampir semua hewan. Ada juga Jack yang sangat gemar mengamati burung dan bercita-cita menjadi ornithologist, yaitu pakar burung. Dua remaja puterinya yaitu Lucy-Ann dan Dinah, adik mereka. Lalu tokoh hewan disini adalah si Kiki, burung kakaktua merah dengan jambul abu-abu.

Seri Petualangan berbeda dengan seri Lima Sekawan atau Pasukan Mau Tahu karena buku-bukunya lebih tebal sampai 300-400 halaman. Ceritanya juga lebih intensif dan berat, lebih cocok untuk remaja 10 tahun ke atas.

01. Petualangan di Pulau Suram (The Island of Adventure, 1944)
02. Petualangan di Puri Rajawali (The Castle of Adventure, 1946)
03. Petualangan di Lembah Maut (The Valley of Adventure, 1947)
04. Petualangan di Laut Sunyi (The Sea of Adventure, 1948)
05. Petualangan di Gunung Bencana (The Mountain of Adventure, 1949)
06. Petualangan di Kapal Pesiar (The Ship of Adventure, 1950)
07. Petualangan di Sirkus Asing (The Circus of Adventure, 1952)
08. Petualangan di Sungai Ajaib (The River of Adventure, 1955)


Seri Lima Sekawan

Lima Sekawan adalah grup fiksi dari detektif cilik - Julian, Dick, Anne dan George serta anjing mereka, Timmy. Mereka berlima sering terlibat ke dalam kasus-kasus menarik yang misterius serta melakukan petualangan yang menarik. Tempat yang menjadi latar belakang cerita Lima Sekawan kebanyakan adalah fiksi, seperti Pulau Kirrin yang menjadi lokasi harta karun pada seri pertamanya.

Blyton awalnya hanya menuliskan 6 sampai 8 buku cerita Lima Sekawan, namun karena tingginya angka penjualan dan antusiasme pembaca, makan serinya berkembang sampai 21 buku. Sejak akhir 1953 lebih dari 6 juta kopi telah dicetak ulang di Inggris.

Sampai sekarang lebih dari 2 juta kopi terjual setiap tahunnya, membuatnya menjadi salah satu buku anak-anak yang paling laris di dunia.

Karakter dalam Lima Sekawan:

1. George (Georgina) Kirrin: Georgina adalah seorang anak perempuan tomboi yang bersikeras bahwa dia ingin dipanggil George dan tidak dengan nama Georgina. Dengan rambut pendek dan pakaian anak laki-laki, ia seringkali dikira anak lelaki, dan ia senang akan hal itu. Seperti ayahnya, Quentin, George memiliki sifat cepat marah dan keras kepala, dan hanya menyukai sesuatu yang ia sukai. George adalah saudara sepupunya Julian, Dick dan Anne.

2. Dick Kirrin : Dick adalah anak yang suka sekali bercanda, tetapi juga teguh dan baik hati. Ia seumuran dengan sepupunya George, dan satu tahun lebih muda dari kakaknya Julian dan lebih tua dari adik perempuannya, Anne. Dick terkenal sangat suka makan.

3. Julian Kirrin : Julian adalah anak tertua dari lima sekawan, sepupunya George, serta kakak dari Dick dan Anne. Julian dikenal tinggi, kuat dan cerdas serta peduli dan bertanggung jawab sebagai pemimpin dari lima sekawan.

4. Anne Kirrin : Anne adalah bungsu dalam grup, dan biasanya ia banyak melakukan persiapan lima sekawan dalam berbagai liburan atau dalam petualangan, seperti menyiapkan bekal makanan dan minuman. Anne agak penakut dan lebih tidak suka terlibat dalam misteri dan petualangan, dan ia sering mengatakan untuk tidak lagi terlibat dalam misteri meskipun akhirnya hal itu tak terhindarkan.

5. Timmy (Timothy) : Timmy, kadang-kadang dipanggil Tim, adalah anjing kesayangan George yang sangat cerdas dan setia kepada Lima Sekawan, khususnya bagi George. Fisiknya yang kuat membuat ia menjadi pelindung bagi anak-anak dalam beberapa hal. George senang memuji Timmy dan berpikir bahwa dia adalah anjing terbaik di dunia. Dalam buku pertama seri Lima Sekawan, orang tua George melarang George untuk tetap memelihara Timmy dan George terpaksa menyembunyikannya dengan seorang teman di desa. Setelah akhir dari seri pertama Lima Sekawan, orang tuanya akhirnya memperbolehkan George untuk memelihara Timmy.


Karakter Pendamping dalam Lima Sekawan

1. Pak Kirin: adalah ayahnya dari George, Dick, Julian, dan Anne.

2. Bu Kirin: Adalah istrinya Pak Kirin yang merupakan ibunya George, Dick, Julian, dan Anne.

3. Paman Quentin: Merupakan adik kandung dari ayahnya George, Dick, Julian, dan Anne. Orangnya jangkung, tidak pernah tersenyum apalagi tertawa. Dia adalah seorang sarjana yang sangat pintar, bisa dibilang setiap harinya selalu sibuk dengan ilmunya. Paman Quentin tinggal di Pondok Kirin di tepi laut tepatnya di teluk Kirin.

4. Bibi Fanny: Adalah istrinya Paman Quentin yang selalu menemaninya tinggal di Pondok Kirin, berarti dia merupakan bibinya George, Dick, Julian, dan Anne.

5. Alf : Seorang anak nelayan yang membantu memelihara Timmy sebelum Timmy diperbolehkan dipelihara di rumah George.

6. Joanna : Seorang wanita baik hati yang sering menjadi juru masak di Pondok Kirrin, juga sebagai pengawas anak anak ketika Paman dan Bibi bepergian.

7. Jo : Anak gelandangan yang muncul pada judul Jo Anak Gelandangan. Anak ini sangat kotor karena malas mandi dan berperilaku amat mirip George.

8. Richard : Seorang anak dari keluarga kaya yang muncul pada judul Nyaris Terjebak. Anak manja, pengecut, dan suka berbohong. Namun setelah melewati petualangan dengan Lima Sekawan, ia mau berubah jadi lebih tabah.

9. Prof. Hayling: Dia adalah seorang profesor yang juga teman lamanya Pak Kirin.


Enid Blyton menulis sebanyak 21 buah buku Lima Sekawan yang semuanya sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia:
  1. Five on a Treasure Island (Lima Sekawan - Di Pulau Harta, 1942)
  2. Five Go Adventuring Again (Lima Sekawan - Beraksi Kembali, 1943)
  3. Five Run Away Together (Lima Sekawan - Minggat, 1944)
  4. Five Go To Smuggler's Top (Lima Sekawan - Ke Sarang Penyelundup, 1945)
  5. Five Go Off In A Caravan (Lima Sekawan - Berkelana, 1946)
  6. Five on Kirrin Island Again (Lima Sekawan - Rahasia di Pulau Kirrin, 1947)
  7. Five Go off to Camp (Lima Sekawan - Memburu kereta api hantu, 1948)
  8. Five Get into Trouble (Lima Sekawan - Nyaris Terjebak, 1949)
  9. Five fall into Adventure (Lima Sekawan - Jo Anak Gelandangan, 1950)
  10. Five on a Hike Together (Lima Sekawan - Rahasia Harta Karunm, 1951)
  11. Five Have A Wonderful Time (Lima Sekawan - Sarjana Misterius, 1952)
  12. Five Go Down to the Sea (Lima Sekawan - Dalam Lorong Pencoleng, 1953)
  13. Five Go to Mystery Moor (Lima Sekawan - Rawa Rahasia, 1954)
  14. Five Have Plenty of Fun (Lima Sekawan - Menyamarkan Teman, 1955)
  15. Five on a Secret Trail (Lima Sekawan - Melacak Jejak Rahasia, 1956)
  16. Five Go to Billycock Hill (Lima Sekawan - Ke Bukit Billycock, 1957)
  17. Five Get into a Fix (Lima Sekawan - Rahasia Logam Ajaib, 1958)
  18. Five on Finniston Farm (Lima Sekawan - Memperjuangkan Harta Finniston, 1960)
  19. Five Go to Demon's Rocks (Lima Sekawan - Karang Setan, 1961)
  20. Five Have a Mystery to Solve (Lima Sekawan - Di Pulau Seram, 1962)
  21. Five Are Together Again (Lima Sekawan - Sirkus Misterius, 1963)

Semoga bermanfaat selamat memasuki dunia petualangan.
DK

Sumber:

No comments:

Post a Comment