“ittaqunnar walau bisyiqqo tamrotin: Jagalah diri kalian dari api neraka, meski hanya dengan bersedekah sepotong kurma”(Hadits Shahih, Riwayat Bukhari dan Muslim. Lihat Shahiihul jaami’ no. 114)

Tuesday, February 28, 2017

Timah Pemberat Pancing


Timah pemberat (sinker) termasuk dalam salah satu peralatan mancing yang sering digunakan oleh pemancing di berbagai negara. Umumnya pemakaian timah lebih banyak digunakan pada teknik mancing dasaran, meski tidak menutup kemungkinan juga dipakai pada teknik lainnya. 

Biasanya pemakaian timah harus disesuaikan dengan arus dan kondisi air pada spot target. Semakin berat dan besar timah yang digunakan, maka semakin rendah pula arus yang berdampak pada umpan yang dipakai. Timah tak hanya digunakan sebagai alat bantu pada peralatan mancing saja, namun timah juga digunakan sebagai pemberat pada alat tangkap ikan lainnya seperti, jala dan pukat. 


Selain penggunaannya sebagai pemberat pada spot berarus dan berombak, timah juga dapat digunakan sebagai alat bantu pelontar umpan. Biasanya hal seperti ini dapat dilihat dari teknik mancing pasiran yang menggunakan ukuran timah yang cukup besar agar lontaran umpan lebih jauh. 

Pada artikel kali ini, kami akan coba memberi informasi kepada anda tentang beberapa kegunaan, bentuk dan istilah yang ada pada timah. Berikut ulasannya :  


A. Kegunaan Dan Manfaat Timah Pada Umumnya

Timah memiliki banyak kegunaan pada rangkaian pancing. Berikut ini beberapa kegunaan timah pemberat umumnya pada rangkaian pancing :
  • Jika menggunakan pelampung di atasnya maka timah berguna untuk menjaga umpan tetap pada titik lemparan.
  • Timah berguna sebagai tambahan pada rangkaian pancing agar dapat melontarkan umpan sejauh yang kita inginkan.
  • Timah berguna agar umpan yang kita pakai tidak berpindah tempat pada arus air yang sangat deras sekalipun.
  • Timah berguna sebagai penjaga keseimbangan pada rangkaian pancing.
  • Tembantu senar tetap dalam kondisi ketat dan tegang, biasanya perlu dalam memancing ikan Belanak, Bandeng, Mangar, dll.
  • Membantu menempatkan umpan pancing pada kedalaman dasar yang diinginkan.

B. Bentuk Timah Dan Kegunaannya Maing-Masing

Saat ini sangat sering ditemukan berbagai jenis, nama, dan bentuk dari timah pemberat. Jenis, Bentuk dan Namanya tersebut berasal dari bentuk timah itu sendiri. Masing-masing memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda.

Berikut ini beberapa model bentuk dan kegunaan timah pemberat :

1. Timah pasir.
Ukuran timah jenis ini biasanya kecil dan tidak seberat timah pemberat lainnya. Ada yang lonjong dan  juga yang bulat, terdapat bolongan kecil di tengahnya untuk memasukkan senar kedalamnya. Bentuk kecilnya ini sering digunakan untuk memancing di kolam dan empang. Karena memang di tempat tersebut kita tidak perlu melempar umpan terlalu jauh.

2. Timah lembaran/ Timah Daun
Dikatakan timah lembar karena memang bentuknya seperti lembaran-lembaran kecil yang dapat disobek dan dilipat. Penggunaanya biasa pada saat memancing menggunakan lumut dan memancing di kolam. Di lain kasus timah jenis ini juga dapat digunakan pada umpan hidup di laut, seperti ikan-ikan kecil sehingga umpan tersebut dapat berenang berenag bebas di dasar laut. Penggunaan timah ini cukup mudah dana simpel, yaitu dengan disobek lalu dilipat pada senar pancing.

3. Timah Jantung
Dari bentuknya terlihat bagaikan jantung. Terdapat beberapa kode diatasnya karena sering digunakan untuk memancing di laut seperti pasiran dan glosoran.

4. Timah Belimbing
Biasa disebut dengan timah jenis bank . Bentuknya yang seperti buah belimbing, sehingga dinamakan demikian. Timah ini sebenarnya jarang digunakan karena agak susah mencarinya di toko-toko pancing pada umumnya. Hampir sama dengan jenis timah jantung yang juga memiliki kode dan sering digunakan ketika mancing di laut.

5. Timah Kerucut
Bentuknya yang seperti kerucut sehingga dinamakan demikian. Jika dilihat bentuknya menyerupai sebutir peluru. Biasanya timah ini dapat digunakan baik itu di air tawar maunpun di laut. Beratnya tergantung dari ukurannya, mulai dari kecil, sedang sampai besar.

6. Timah Piramid
Dinamakan primamid karena memang bentuknya seperti Piramida yang terdapat di Mesir. Timah ini biasanya dibuat agar lemparan lebih jauh dan ujung dari bentuk peramidnya akan secara gampang menancap didalam pasir. Cocok digunakan saat kita memancing dengan teknik pasiran. Tujuannya agar umpan cepat sampai ke dasaran dan menancap di dalam pasir.

7. Timah Gundu (Bulat)
Bentuknya bulat dan tersedia dalam mulai ukuran yang paling kecil sampai besar. Di atasnya terdapat bolongan untuk menyantolkan senar. Cocok untuk digunakan baik di air tawar maupun air laut.

8. Timah Jaring Jala
Timah seperti ini banyak digunakan oleh nelayan di Indonesia. Kegunaan utamanya sebagai alat bantu pemberat pada pukat dan jala nelayan.

9. Timah Telur
Bentuknya yang hampir menyerupai bulat telur sangat cocok jika digunakan saat mancing dasaran di spot yang penuh bebatuan dan puing-puing dengan tujuan agar pergerakan umpan bergerak secara bebas.

10. Timah Diamond/Permata
Bentuknya unik seperti permata, jarang ditemui di toko-toko pancing umunya. Kegunaannya sama dengan timah telur yaitu sangat cocok digunakan pada spot yang terdapat banyak bebatuan dan puing-puing.

11. Timah Split Shot
Timah ini sangat berguna jika kita suka menggonata-ganti timah pemberat .

12. Timah Dipsey
Ini merupakan timah yang juga jarang ditemukan di toko pancing pada umumnya. Terdapat cantelan bulat di atasnya dan sering digunakan pada peralatan fish finder.


C. Arti Kode-Kode Angka Pada Beberapa Bentuk Timah

Seringkali muncul pertanyaan, “Apakah arti dari kode-kode yang tertulis pada timah pemberat terutama untuk mancing di laut berbentuk lonjong dan sering dikatakan timah pancing jantung?”. Di sini kita akan coba menjelaskan apa sebenarnya kegunaan kode-kode tersebut. Umumnya yang tertulis adalah huruf dan angka, misalnya J1, J2, J3 dan seterusnya. Biasanya tiap produsen timah pancing mengeluarkan timah dengan campuran yang berbeda-beda namun tetap pada berat yang sama. Berikut ini penjelasannya :

Kode
Berat
J1
40 gr
J2
70 gr
J3
100 gr
J4
110 gr
J5
150 gr
J6
160 gr
J7
180 gr
J8
270 gr
J9
280 gr
J10
300 gr
J12
350 gr

Demikianlah beberapa ulasan mengenai timah pemberat dari bentuk hingga kegunannya. Beberapa bentuk diatas merupakan bentuk dari timah pemberat yang sering digunakan pemancing pada umumnya. Saat ini mungkin lebih banyak lagi bentuk-bentuk dan desain baru dari timah pemberat yang dibuat oleh pabrik-pabrik penghasil timah.

Semoga bermanfaat,
Ded Lee

Sumber: