“ittaqunnar walau bisyiqqo tamrotin: Jagalah diri kalian dari api neraka, meski hanya dengan bersedekah sepotong kurma”(Hadits Shahih, Riwayat Bukhari dan Muslim. Lihat Shahiihul jaami’ no. 114)

Sunday, March 13, 2016

Sejarah All England bagi Pasangan Campuran Pebulutangkis Indonesia


Sebagai turnamen bulutangkis tertua, All England dianggap mempunyai magnet tersendiri bagi para pebulutangkis dunia. Praveen/Debby berhasil menaklukkan turnamen tersebut usai menjadi juara di sektor ganda campuran.

Takhta itu diraih Praveen/Debby usai mengalahkan pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, dengan skor 21-12, 21-17. Duel itu berlangsung dalam tempo 43 menit.

Gelar itu menjadi gelar superseries pertama Praveen/Debby. Yang makin membuat istimewa, Praveen/Debby kini sejajar dengan dua senior mereka Christian Hadinata/Imelda Wigoena dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang sudah lebih dulu menorehkan tinta emas di All England.

Meskipun dari peringkat dunia bulu tangkis BWF (updated 10 Mar 2016) pasangan Praveen/Debby masih di posisi 8 dunia (dibawah seniornya Tantowi/Liliyana peringkat 2 dunia) akan tetapi kemenangan ini merupakan sesuatu yang sangat bernilai dimata kita selaku warga Indonesia, karena tak banyak ganda campuran Indonesia yang sukses menjadi juara All England. Praveen Jordan/Debby Susanto mengikuti jejak dua pasangan senior mereka.


Ya, sejak All England dihelat mulai 1899 Indonesia baru bisa menempatkan tiga ganda campuran sebagai juara. Christian/Imelda meraihnya di tahun 1979. Kemudian Tontowi/Liliyana menjadi pemecah kebuntuan di tahun 2012 alias 33 tahun kemudian hingga 3 tahun berturut 2013, dan 2014 menjadi juara All england ganda campuran. Di tahun 2015 Tantowi/Liliyana hanya runner up setelah kalah dari pasangan China. 

Juara-juara All England nomor ganda campuran dari Indonesia:

2016: Praveen Jordan/Debby Susanto

2012, 2013, 2014: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

1979: Christian Hadinata/Imelda Wigoena

Sumber:

Semoga bermanfaat,
Ded Lee