“ittaqunnar walau bisyiqqo tamrotin: Jagalah diri kalian dari api neraka, meski hanya dengan bersedekah sepotong kurma”(Hadits Shahih, Riwayat Bukhari dan Muslim. Lihat Shahiihul jaami’ no. 114)

Friday, March 31, 2017

Pengalaman Mancing di Merak


Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuhu,
Salam petualangan buat para pembaca yang budiman, kali ini saya ingin berbagi cerita pengalaman memancing di Merak yang sangat berkesan. Karena lokasi memancingnya ditengah Selat Sunda dengan mengendarai kapal nelayan khusus buat mancing. Target pancing kali ini yaitu Ikan Tenggiri, karena memang sedang musimnya tenggiri dibulan February.

Pengalaman ini sebenarnya sudah sangat lama sekali yaitu ditahun 2014, tapi dikarnakan penulis ingin berbagi pengalaman maka barulah sempat diposting pada blog kali ini.

Pada hari itu Sabtu sore 15 Feb 2014, saya dan anak saya (Deksa) janjian dengan rekan kerja yang mengajak liburan memancing di Merak. Kami janjian ketemu di suatu lokasi rumah makan didekat tol Tambun Bekasi. Rekan kerja saya ber 3 saudara (Kak Yan, Kak Iman, Kak Ade) lengkap dengan peralatan memancing lautnya.

Dengan mengendarai 1 (satu) kendaraan pribadi kami melaju dari bekasi ke tempat lokasi pemancingn di Merak. Kurang lebih perjalanan memakan waktu 2 jam akhirnya kami sampai di salah satu penginapan dipinggir pantai Merak. Di penginapan tersebut kami menginap semalam disalah satu kamar penginapan tersebut, untuk persiapan besok subuh berangkat ke laut. Untuk biaya penginapan lumayan murah (sekitar Rp. 350,000,- per kamar per malam). Karena kami semuanya cowok-cowok maka kamipun tidur sekamar ber 5.

Keesokan subuhnya selepas sholat subuh, persiapan petualangan memancingpun dimulai. Dengan mampir ke salah satu rumah makan guna sarapan sebagai pengisi perut agar tidak mual saat menaiki perahu nelayan nanti. Selesai sarapan, dengan seperangkat alat memancing kami berangkat menemui ABK (Anak Buah Kapal) ditepi laut yang sebelumnya sudah membuat janji jauh beberapa hari sebelumnya. 

Perlu diketahui tarif sewa perahu lengkap dengan ABK nya adalah kurang lebih 3,5 juta untuk didaerah Merak ini. Itu sudah termasuk makan siang yang dibuat oleh ABK ala kadarnya dengan mie telor dan ikan hasil tangkapan. Cukup mengganjal perut disaat kondisi kita ditengah laut.

Deksa lengkap dengan pelampungnya (Life Vest)
Dengan disertai 3 orang ABK kamipun mulai mengarungi lautan menuju lokasi pemancingan. Suasana yang sedikit mendung dan gerimis, membuat perjalanan kami terasa dingin dan menggigil. Ketiga rekan saya Kak Yan, Kak Iman, dan Kak Ade meminum obat hamil dengan tujuan agar perut tidak mual saat berada di kapal, dan Deksa pun ikut meminum obat tersebut. Hanya saya yang tidak ikutan minum obat tersebut. Cara saya untuk menghilangkan rasa mual tersebut dengan membawa beberapa lembar daun jeruk (apa saja), yang apabila terasa mual maka daun tersebut saya remas dan diciumkan ke hidung.

Perjalanan kami awali dengan mencari umpan pancing yaitu ikan Moncer. Dengan metode yang sedikit unik yaitu metode handline dimana senar dengan pemberat yang diberi mata kail sekitar 5 buah hook dalam satu senar dan disekitar hooknya diberi kucir. Kemudian salah satu ABK tersebut menenggelamkan senar yang sudah diberi pemberat tersebut kelokasi yang banyak ikan moncernya.

Dan dengan metode ditarik-tari serta didiamkan beberapa menit, lalu senar tersebut diangkat, dan dari ke 5 hook tadi ada beberapa hook yang dimakan ikan. Ikan inilah yang dikumpulkan dan akan dijadikan umpan mancing ikan yang lebih besar. Ikan moncer tersebut diletakkan di dalam air agar kondisinya masih hidup dan tetap segar. Karena ikan yang masih hidup akan jadi santapan Ikan Tenggiri yang sangat disukai.

Setelah mengumpulkan kurang lebih 20an ikan moncer tersebut, maka kamipun bergegas kelokasi dimana beradanya ikan tenggiri didaerah Merak.  Ketiga ABK tersebut membawa kami ke suatu perairan laut yang dimana dibawahnya ada kapal yang karam. Dan didalam kapal yang karam tersebutlah banyak terdapat Ikan Tenggiri.

Ikan moncer yang sudah didapat tadi dipasang pada triple hook atau single hook dengan dua hook yang berjajar (hok pertama dikaitkan di kepala ikan, dan hook kedua dikaitkan di ekornya). Untuk triple hook cukup dengan mengaitkannya ditengah badan ikan.

Metode yang kami gunakan adalah metode dasaran, dengan menggunakan sinker (timah pemberat), dimana ikan yang masih hidup akan bergerak yang akan menjadi daya tarik bagi sang predator seperti Tenggiri.

Menunggu strike Tenggiri
Setelah beberapa kali lemparan akhirnya salah satu dari pancing kami ada yang strike. Dan ternyata tarikannya sangat kuat, yang menandakan itu tarikan dari Ikan Tenggiri. Dengan menahan dan menarik spinning reel membuat Ikan Tenggiri tersebut terus bertahan.

Setelah beberapa lama bertahan barulah strike diselesaikan dengan menarik hasil tanggappan tersebut kepinggir kapal. Dengan dibantu ABK yang menggunakan gancu untuk menarik ikan Tenggiri tersebut yang dengan bobot kurang lebih 7Kg lebih. Akhirnya tenggiri pertama berhasil kami dapatkan.

Selanjutnya strike keduapun kami rasakan dari salah satu joran pancing yang lain, dan Kak Yanpun melakukan strike hingga berhasil diangkat hasil tangkapan tenggiri kedua.

Sensasi strike Ikan Tenggiri 7Kg
Pada strike ketiga, salah satu pancing kami ternyata mengalami kegagalan, dimana tali senar yang kami gunakan (PE4) putus karena terkena tajamnya gigi tenggiri. Untuk itu disarankan menggunakan senar yang terbuat dari kawat nikelin agar tidak mudah putus.

Kamipun menggunakan metode lain selain menggunakan ikan hidup, yaitu menggunakan lure (umpan buatan berupa plastik yang menyerupai ikan). Umpan lurepun kami lempar, dan setelah beberapa lemparan barulah strike pun kami dapatkan. Ternyata kembali Tenggiri ukuran sedikit lebih kecil 5Kg kami dapatkan.

Tak terasa waktu menunjukkan jam 5 sore, dan pemancinganpun kami selesaikan setelah mendapatkan kurang lebih 7 ekor tenggiri yang kami dapat. Alhamdulillah cukup mengesankan dan cukup terbayarkan meski melelahkan dan penuh tantangan.

Perjalanan kami akhiri dan kembali kerumah masing-masing. Semoga petualangan ini dapat menambah semangat bagi para mancing mania yang ingin mencoba memburu ikan predator didaerah selat sunda. Itu saja yang dapat penulis sampaikan. Terima kasih banyak.

Semoga bermanfaat,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.

DK